Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bicara Tentang Fakta Dan Sejarah Tempe

Tempe: Fakta Dan Sejarah

Apa yang melatar belakangi aku menulis Tentang Tempe ini adalah gara-gara Doodles Tempeh yang aku lihat di laman depan Google. Gambar Doodles itu kan selalu berubah-ubah, tadinya aku hanya kerap melihatnya sebagai gambar yang mewakili Google sebagai penghormatan terhadap suatu moment yang sedang terjadi. Tapi malam ini saat bermaksud browsing guna mencari bahan tulisan, gara-gara Doodle Tempeh aku tertarik juga untuk menulis tentangnya.

Bicara Tentang Fakta Tempe

Tempeh Doodle Di Google

Sebelum membahas Tempeh (:Tempe) kita pelu tahu dulu perihal apa itu arti Doodle, menurut berbagai sumber, secara simpel, Doodle Art adalah seni corat-caret yang sederhana yang memiliki makna, udah itu saja.

Kemudian siapakah orang yang membuat Gambar Tempe di Google Doodle? Beliau mempunyai laman di Instagram: @ https://www.instagram.com/maskrib.

Tempe adalah salah satu makanan favoritku, ini terjadi begitu saja mungkin karena aku lahir di sekitaran Cilacap-Banyumas yang secara pelabelan terkenal sebagai Kota Mendoan. Sederhannayan jika aku harus memberi jargon soal pariwisata maka Jangan Ngaku Pernah Ke Banyumas Kalau Belum Pernah Makan Mendoan.

Fakta Tentang Tempe

Terus berhubung aku kadung klik Doodle Tempeh-nya Google aku malah jadi mengetahui fakta-fakta seputar pertempean. Beberapa yang terungkap dari sumber halaman tersebut akan aku tulis dengan adaptif di bawah ini.

Sejarah Penemuan Tempe

Tempe merupakan makanan fermentasi yang diperkirakan saat tulisan ini dibuat sudah berusia 300 tahun. Jadi makanan ini diperkirakan sudah ada dari sekitar 10-15 generasi sebelum kita, untuk nama penemunya belum diketahui, mungkin saat itu masyarakat kita tidak begitu peduli tentang pembukuan dan perekaman jejak yak?

Tetapi dari sumber laman ada rekam jejak sejarah tentang penghidangan tempe pada suatu moment yaitu pada naskah Serat Centini, yang ditulis dari jaman Kesultanan Mataram.

Bahan Tempe

Bahan makanan ini adalah terbuat dari kedelai tetapi dalam perkembangannya makanan tempe tidak selalu berbahan kedelai melainkan bisa jadi dari bahan kacang-kacangan lainnya.

Bahan Pembungkus Tempe

Menurut sumber dari halaman Doodle tersebut Untuk bahan pembungkus adalah dedaunan, mulai dari daun pisang hingga daun jambu, seingatku dulu biasanya ada versi yang dibungus dobel, lapisan pertama daun pisang kemudian lapisan terluar menggunakan daun dari pohon jati. Nah untuk sekarang malah banyak yang menggunakan pembungkus dari plastik.

Tempe Itu Enak

Okeh, sekarang opini tentang tempe dariku, sebagaimana ditulis pada paragraf di atas, bahwa aku lahir di seputaran wilayah Cilacap-Banyumas, secara alami pikiranku akan merasa janggal saat tidak makan 1 tempepun dalam suatu hari. Jadi dalam olahan apapun, baik itu digorang atau dipadukan untuk dijadikan sayur itu tidak masalah, yang terpenting dalam 1 hari lidahku perlu memakan tempe.

Akan lebih menyenangkan jika dalam suatu hidanga aku mendapati Gorengan tempe dan sayur cabai yang dipadukan dengan irisan tempe, bagiku itu tempe plus-plus. Kalau kamu penasaran seputar fakta tempe dari sumber doodle kamu bisa kunjungi halaman ini.

Btw, kata "Tempe" sebagai nama yang merujuk pada makanan berbahan kedelai yang difermentasi atau sebagai kata kode untuk merujuk pada sesuatu yang vulgar, itninya, keduanya itu sama-sama menyimbolkan sesuatu yang enak, bagiku, sepengalamanku.

Post a Comment for "Bicara Tentang Fakta Dan Sejarah Tempe"