Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gerakan People Power Di Dunia

Pada Pemilu 2019 kemarin masyarakat Indonesia selain merasakan pesta demokrasi juga dibuat merasa hangat oleh isue People Power. Sebenarnya apa sih People Power itu? Iyah, dari makna kalimatnya sudah jelas menyiratkan makna Kekuatan Rakyat.

Pada Pemilu 2019 kemarin masyarakat Indonesia selain merasakan pesta demokrasi juga dibuat merasa hangat oleh isue People Power

Dalam makna yang lebih politis People Power bisa diartikan sebagai gerakan rakyat dalam tujuan penggulingan kekuasaan Presiden dengan cara paksa melalui aksi demonstrasi. Seluruh rakyat turun ke jalan agar Presiden meletakkan jabatannya karena dinilai telah melanggar konstitusi atau menyalahgunakan kekuasaan atau penyim-pangan dalam praktek kepemimpinannya.

People Power mirip dengan Coup D'Etat atau Kudeta, hanya saja dalam pemahamnya, makna Kudeta lebih ditujukan kepada perampasan kekuasaan yang dilakukan oleh pihak militer.

Jadi misalnya ada seseorang maling istri orang dihakimi masa, tetap tidak pas jika penggulungan paksa tersebut menggunakan istilah People Power. Istilah People Power lebih cenderung berbau politik.

Gerakan-Gerakan People Power Di Dunia

Selanjutnya berikut adalah beberapa artikel ringkas tentang presiden-presiden di dunia yang digulingkan oleh rakyatnya sendiri melalui People Power.

1. People Power Vs Rezim Presiden Ferdinand Marcos Di Filipina

Dari Negara Filipina ini istilah People Power mulai menjadi istilah awam dalam dunia politik dan kekuasaan.

Ferdinand Edralin Marcos adalah presiden ke-10 Filipina dan merupakan presiden pertama yang terpilih menjabat selama dua periode berturut-turut. Ia mengawali karirnya sebagai presiden Filipina yaitu pada 30 Desember 1965, kemudian terpilih kembal pada pemilihan umum 1969.

Ferdinand Edralin Marcos adalah presiden ke-10 Filipina dan merupakan presiden pertama yang terpilih menjabat selama dua periode berturut-turut. Ia mengawali karirnya sebagai presiden Filipina yaitu pada 30 Desember 1965, kemudian terpilih kembal pada pemilihan umum 1969.

Dikutip dari Indopos.co.id, pemicu People Power di Filipina ini sangat banyak, mulai dari indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme serta perlakuan hukum yang tidak adil. Namun pemantik atau gong lebih kuat timbul sebab terbunuhnya tokoh demokrasi berpengaruh yang bernama Benigno Aquino.

Benigno Aquino sendiri dikabarkan tewas tertembak oleh aparat yang tentunya di bawah kendali presiden saat itu, Ferdinand Marcos. Setelah itu keadaan semakin rumit. Sebagian rakyat yang jengah kepada kekuasaan presiden kini malah berhadap-hadapan dengan peraturan sepihak presiden yang memberlakukan Darurat Militer.

Kemudian dengan suntikan pengaruh politik Corazon Aquino yang tidak lain adalah istri dari almarhaum Benigno Aquino serta dukungan kaum agamawan dan banyaknya drama politik yang terjadi, pada akhirnya People Power Filipina dapat menurunkan Presiden Ferdinand Edralin Marcos pada 25 Februari tahun 1986.

2. People Power Arab Spring

The Arab Spring adalah sebuah kalimat yang digunakan untuk mengistilahkan gerakan-gerakan revolusi yang terjadi dan menjalar dari negara satu ke negara lainnya di negara-negara Arab. Arab Spring sendiri dipicu banyak hal dan sangat kompleks, ciri khas masalah timur tengah.

Selain kepentingan dunia barat yang merangsek masuk, lingkungan pemerintah yang korup dan sensitifitas wilayah agama yang mudah diprovikasi juga menjadi pintu masuknya kekacauan.

Arab Spring sendiri sebuah istilah yang penuh sentimen bagi dunia barat. Media barat menggambarkan revolusi-revolusi yang berkesinambungan dari Negara Arab yang satu ke Negara Arab lain tersebut bagaikan musim semi yang indah.

Arab Spring sendiri sebuah istilah yang penuh sentimen bagi dunia barat. Media-media barat menggambarkan revolusi-revolusi yang berkesinambungan dari Negara Arab yang satu ke Negara Arab lain tersebut bagaikan musim semi yang indah.

Pada prosesnya, revolusi-revolusi ini penuh dengan kekacauan dan pertumpahan darah, dan tentu menelan banyak korban. Arab Spring indah untuk bagi pandangan politik barat tapi suram dan horor untuk penduduk dari warga negara yang mengalaminya. Deretan negara yang mengalami Arab Spring antara lain;

  • Tunisia
People Power di Tunisia adalah perlawanan terhadap Presiden Zainal Abidin Ben Ali. Dari Negara Tunisia ini pula konon istilah The Arab Spring mencuat dan seakan menjadi bahasa kode dalam gelaran peta politik.

  • Mesir
Gerakan People Power selanjutnya terjadi di Negara Mesir. Gerakan yang menggunakan istilah Hari Kemarahan ini merupakan gerkan melawan Presiden Husni Mubarak. Gerakan yang didukung militer ini erhasil menurunkan rezim pada tanggal 11 Februari 2011. Presiden terguling sendiri kemudian dijatuhi hukuman seumur hidup oleh hukum dibawah pemerintahan setelahnya.

  • Libiya
Muammar Gaddafi salah satu pemimpin yang mempunyai nama besar di dunia juga tidak luput dari penentangan dan perlawanan rakyatnya sendiri. Selain karena ada kericuhan dari dalam negeri, banyak pihak-pihak yang melihat bahwa People Power di Libiya terkesan kental dengan penumpang dari luar. Seperti banyak kecurigaan pada banyak orang, lagi-lagi ada nama Amerika yang diduga memainkan proxy, Dunia harus dalam American Dream pokoknya.

  • Aljazair
Dilansir dari matamatapolitik,com, Gerakan People Power di Aljazair dimulai sejak sekitar akhir Desember 2010, salah satunya dipicu oleh pengaruh revolusi di Tunisia. Aksi protes rakyat awalnya disulut oleh meningkatnya harga bahan pangan. Kerusuhan muncul secara spontan dan tidak terorganisir di seluruh negeri.

Pihak oposisi saat itu menuntut pencabutan situasi darurat yang telah bertahan selama 19 tahun. Kemudian Pemerintah memenuhi tuntutan tersebut pada tanggal 24 Februari 2011. Meski sudah ada gerakan People Power. Presiden Abdelaziz Bouteflika kembali terpilih sebagai presiden untuk keempat kalinya tanggal 17 April 2014.

Informasi terakhir, kekuasaan Presiden Abdelaziz Bouteflika hampir berakhir tahun ini karena oposisi terhadap pemerintahannya kian kuat.

Di sisi lain Militer Aljazair yang kuat juga menyatakan bahwa Presiden sudah berusia 82 tahun yang kini terus sakit-sakitan itu sudah tidak layak memimpin. Bouteflika akhirnya menyatakan mengakhiri kepemimpinannya selama 20 tahun pada akhir masa jabatannya tanggal 28 April 2019.

  • Maroko
Maroko merupakan Negara Monarki Konstitusional.  People Power ini adalah perlawanan rakyat yang meminta reformasi politik dan paket sistem demokrasi. Memaksa pelemahan terhadap kekuatan Raja. Pada akhirnya Raja tidak bisa seenaknya mengangkat pejabat-pejabat negara tapi harus dengan persetujuan parlemen.

  • Oman
Gelombang Arab Spring menjalar sampai Oman. Rakyat Oman mengunakan kekuatan untuk melwan Sultan Oman Qaboos Bin Said. Perlawanan ini sendiri membuahkan hasil dengan pelemahan kekuatan Sang Sultan.

Sultan Oman Qaboos Bin Said yang sudah berkuasa memerintah skitar 40 tahun lamanya kini harus rela berbagi kekuatan dengan Dewan Negara. Sultan tidak bisa menentukan sebuah kebijakan hanya dengan para anggota kabinetnya saja.

  • Yaman Vs People Power
Arab Spring bergelomabang menuju Yaman. Dimulai dari sekitar tahun 2011 akaibat banyaknya masalah, diantaranya adalah kemiskinan, People Power di Yaman adalah perlawanan rakyat terhadap kepemimpinan Presiden Ali Abdullah Salaeh, presiden yang sudah kenyang memimpin Negeri Yaman selama 33 tahun

3. People Power Menggulingkan Presiden Soeharto Di Indonesia

People Power pernah terjadi di Negara Indonesia. Saat itu dalam gerakan People Power tersebut digerakkan Rakyat bersama-sama dengan Mahasiswa dan Rakyat menuntut / meminta paksa Presiden RI kedua yaitu Presiden Soeharto untuk meletakkan jabatanya.

Tahun 1998 People Power juga yang mewarnai dunia politik Indonesia, khususnya Ibu Kota Jakarta dan memakan korban tidak sedikit ini sukses menurunkan Presiden Soeharto.

Tahun 1998 People Power juga yang mewarnai dunia politik Indonesia, khususnya Ibu Kota Jakarta dan memakan korban tidak sedikit ini sukses menurunkan Presiden Soeharto.

Presiden yang terangkat dari era setelah kejatuhan Partai Komunis Indonesia [ PKI ] ini digulingkan oleh kekuatan rakyat dan mahasiswa setelah berkuasa skitar 32 tahun lamanya.

Untuk ulasan mengenai fakta-fakta tentang People Power Indonesia anda bisa membacanya dari banyak blog atau website.